Piknik ke Bali (Part I) - Nara Killjoy

Nara Killjoy

Make Some Noises.

Minggu, 18 Februari 2018

Piknik ke Bali (Part I)


Menurut KBBI, piknik (pik.nik) merupakan sebuah kata benda yang artinya bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dsb; bertamasya. Seringkali gue denger istilah kurang piknik untuk orang-orang yang bisa dikatakan masuk kategori sumbu pendek. Apa iya sumbu pendek dipengaruhi oleh kurang piknik? Simpan jawabanmu, Saudara, karena bukan itu topik yang bakal gue bahas.

Setelah kurang lebih satu tahun beraktivitas di kota orang, akhirnya gue memutuskan untuk pulang kampung (lagi) ke tanah kelahiran gue di Bali. Apa sih yang kalian bayangkan begitu denger kata Bali? Pariwisata tentunya. Gak bisa dipungkirin lagi, sektor pariwisata memang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian di Bali. Gak heran kalo di Bali kalian bisa liat orang-orang dari beragam etnis di Indonesia maupun dari mancanegara. Istilah lainnya, mau kategori IGO, JAV, Arabian, Blonde, maupun Latina semua ada di sini. (Yang gak paham gak perlu googling, gue gak bakal bertanggung jawab sama hasil pencariannya).

Tiket pesawat Jakarta - Bali dapat kalian tebus dari kisaran harga Rp 500 ribuan - RP 1 jutaan. Itu pun karena gue berangkat bukan pas musim liburan, makanya harganya termasuk terjangkau menurut gue. Ada cukup banyak drama pas gue mau berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Karena gue penasaran sama kereta bandara yang bisa dibilang masih fresh banget, gue memutuskan untuk naik kereta bandara dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) di bilangan Sudirman. Jadilah gue berangkat dari kosan ke Stasiun Pondok Ranji di Bintaro naik GO-JEK menuju Stasiun Sudirman dengan terlebih dahulu transit di Stasiun Tanah Abang. Jarak Stasiun Sudirman dari Stasiun Tanah Abang sebenarnya cuma perlu melewati satu stasiun (setelah Stasiun Karet). Namun sialnya pas gue mau keluar dari kereta, gue gak dapet peron buat turun. Karena situasi KRL hari Minggu cukup padat, gue gak bisa leluasa bergerak ke pintu satunya untuk turun apalagi barang bawaan gue lumayan banyak. Apes.

Akhirnya gue pun sampai juga di Stasiun Sudirman sekitar pukul 13.00 WIB. Awalnya gue rencana mau naik kereta bandara yang jam 12.51. Karena udah lewat, gue mau ambil keberangkatan berikutnya yang jam 13.21. Waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru ke Bandara Soekarno-Hatta kurang lebih sekitar 57 menit. Kalo perjalanan lancar, gue bisa sampai sekitar pukul 14.18 WIB di bandara dan menunggu keberangkatan pesawat gue yang dijadwalkan take off pukul 15.30 WIB. Oh iya, FYI, akses dari Stasiun Sudirman ke Stasiun Sudirman Baru mengharuskan kita keluar stasiun dulu untuk berjalan ke Stasiun Sudirman Baru. Emang gak begitu jauh, tapi ya kan panas gitu. Kalo hujan ya kehujanan. Semoga nanti dibuat akses yang lebih memudahkan ya.

Mau naik ini rencananya
Singkat cerita, gue sampai di Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 13.10 WIB dan bersiap untuk membeli tiket kereta bandara dengan jadwal keberangkatan jam 13.21. Pembelian tiketnya ada di lantai dua stasiun dan ada petugas yang bersiap membantu pembelian tiket di mesin self ticketing. Naas, gue gak diperbolehkan untuk membeli tiket kereta bandara yang jam 13.21 karena kereta udah dalam persiapan keberangkatan. Oleh petugas, gue dipersilakan untuk membeli tiket dengan jadwal keberangkatan jam 13.51. Karena udah mepet banget dan gue gak mau nanti buru-buru di bandara nya, akhirnya gue memutuskan untuk...... Naik taksi. Fortunately, di Stasiun Sudirman Baru ada pangkalan taksi Blue Bird. Meluncurlah gue ke bandara naik taksi dan sampai dengan selamat di T2 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.10 WIB. Kalo aja gue naik kereta bandara, mungkin jam segitu gue baru sampai Tanah Abang. Huft.

Ini ngomong-ngomong kok gue malah jadi curhat ya? Hahaha. Yaudah. Daripada kepanjangan, gue cut dulu curhat cerita piknik gue di sini. Nanti di postingan berikutnya gue bakal lanjutin cerita piknik gue selama di Bali. Stay tune.
Cheers!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar