KFC Indonesia Serukan Budaya Beberes, Kok Pada Stres? - Nara Killjoy

Nara Killjoy

Make Some Noises.

Rabu, 23 Januari 2019

KFC Indonesia Serukan Budaya Beberes, Kok Pada Stres?


Sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang kampanye peduli lingkungan #NoStrawMovement yang digalakkan oleh KFC Indonesia (selanjutnya disebut sebagai KFC). Sebagai pionir, gerakan ini sendiri terlihat cukup sukses, ditandai dengan kian banyaknya restoran di Indonesia yang mengimitasi kegiatan serupa. Belum lama ini KFC melalui beberapa akun media sosialnya kembali menyerukan suatu kampanye peduli lingkungan yang dinamai dengan #BudayaBeberes. Inti dari budaya ini adalah mengajak para pelanggan KFC untuk membereskan sampah sisa makanan mereka sendiri ke tempat sampah yang sudah disediakan.

Postingan KFC Indonesia di laman Facebook

Seruan ini sendiri (sesuai prediksi) tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari konsumen KFC. Dipantau dari kolom komentar di laman resmi Facebook KFC (dan media sosial lainnya), sebagian besar warganet  sambat mengeluhkan kampanye ini. Tidak sedikit pula yang menyampaikan kata-kata mutiara umpatan-umpatan kasar. Intinya mereka keberatan untuk membereskan sampah sisa makanan mereka karena merasa sudah membayar 'mahal'. Kalau pun ada yang mendukung kampanye ini, dapat  dipastikan hanya segelintir orang saja. Reaksi gue setelah mengetahui kampanye ini? Geleng-geleng kepala. Loh kok?

Berbagai respons warganet terhadap kampanye #BudayaBeberes

Bukan. Gue di sini bukan geleng-geleng kepala karena kebijakan KFC ini. Gue justru geleng-geleng kepala ngelihat respons masyarakat kita atas budaya yang sebenarnya sudah biasa banget di negara maju. Gue termasuk kubu yang pro atas kampanye #BudayaBeberes dari KFC. Gue sendiri sudah ngelakuin hal ini sejak beberapa tahun yang lalu. Semua berawal saat negara api menyerang gue makan BK di GI. Di situ gue ngeliat pemandangan yang (menurut kebanyakan orang) gak biasa. Ada sekelompok ekspat yang sehabis makan langsung membereskan sisa makanan mereka untuk dibuang di tempat sampah. Dari situ gue sadar bahwa hal tersebut ternyata sangat wajar di negara maju. Bahkan walaupun saat itu tidak ada poster imbauan apa pun dari pihak restoran.

Nice move, KFC!

Kampanye KFC ini sendiri sebenarnya sejalan dengan imbauan dari beberapa bioskop di Indonesia beberapa saat yang lalu, untuk tidak meninggalkan sampah di dalam teater. Saat imbauan ini disampaikan, respons yang diberikan warganet pun 11 12 dengan respons atas kampanye #BudayaBeberes KFC. Terus terang gue heran, kenapa sih orang Indonesia ini susah banget diajak hidup bersih? Katanya kebersihan sebagian dari iman? Apa karena sudah membayar jadi ngerasa berhak berbuat semaunya? Mental kayak begini ini yang sebenernya harus segera dibenahi. Jangan kaya OKB, deh. Norak. Mungkin banyak yang bilang, "Terus buat apa ada petugas kebersihan? Mereka jadi gak kerja dong!" Jawaban gue sih, "Ya, gak ada salahnya kan ngebantu meringankan pekerjaan orang lain? Kan jadi tabungan amal juga."

Gue sebenernya salut sama KFC. Beberapa kali mereka berani bikin gebrakan yang (bertujuan untuk) mengedukasi pelanggannya agar peduli terhadap lingkungan. Gue harap KFC akan terus bikin gerakan-gerakan serupa yang nantinya bisa ditiru oleh industri sejenis. Ya, walaupun reaksi dari masyarakat di negara berkembang ini masih jauh dari harapan. Bagaimana mau jadi negara maju kalau pemikiran warganya saja masih primitif? Kalian sendiri bagaimana? Gue harap sih kalian semua pro dengan kampanye dari KFC ini. Bagi pendapat kalian di kolom komentar, ya!
Cheers!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar