Memaknai Sukses - Nara Killjoy

Nara Killjoy

Make Some Noises.

Senin, 30 April 2018

Memaknai Sukses


A: Cita-cita lu jadi apa?
B: Jadi orang sukses.
A: Orang sukses yang gimana?
B: Pokoknya yang penting sukses!

Mungkin kalian pernah denger percakapan seperti di atas. Jawaban di atas bisa di bilang bukan level nya anak TK yang ditanyain cita-cita sama gurunya. Kalau level anak TK, biasanya mereka pada jawab pengen jadi guru, polisi, pilot, dan cita-cita mainstream lainnya. Tapi itu dulu sih waktu zaman gue masih TK/SD. Kira-kira anak TK/SD zaman sekarang apa masih sama cita-citanya?

Kembali ke topik. Biasanya, percakapan di atas terjadi pas seseorang udah bukan dikategorikan bocah lagi. Ya bisa dibilang mereka udah terpapar pergaulan orang dewasa. Namun untuk dibilang dewasa juga belum sih. Kisaran anak SMP atau SMA lah. Karena pas umur gue segitu dulu, gue juga pernah berpikiran untuk bercita-cita menjadi orang sukses. Sukses dalam hal apa? Gatau. Yang penting cita-cita nya gak mainstream aja. Namun, perlu ditanyakan sekali lagi. Sukses seperti apa sih yang kita mau?

Kalau kita merujuk ke KBBI, sukses didefinisikan seperti ini:

suk.ses /suks├Ęs/

  • a berhasil; beruntung

Ya, sukses artinya berhasil atau beruntung. Namun, bukannya itu maknanya luas banget? Steve Jobs bisa dibilang berhasil membesarkan Apple-nya. Begitu pula dengan Nadiem Makarim dengan start up GO-JEK-nya. Mereka berhasil untuk hal yang positif. Bagaimana dengan Setya Novanto? Bukannya bisa dibilang dia juga sukses (walaupun sudah divonis bersalah oleh Hakim) dalam korupsi dana E-KTP beberapa tahun silam? Bagaimana dengan tukang tambal ban yang sukses menebar paku di jalanan demi menarik 'pelanggan'? Mereka juga bisa dikatakan sukses atau berhasil. Namun sayangnya untuk hal yang negatif.

Sampai di sini, gue yakin kalian udah bisa nemuin maknanya. Sukses itu bisa untuk hal positif dan hal yang negatif. Ketika kita bercita-cita untuk menjadi orang sukses, sudahkah kita mengarahkan hati kita menuju kesuksesan positif atau negatif? Hal yang sering terjadi adalah bahkan kita masih belum tau mau meraih sukses yang positif atau yang negatif. Semuanya masih ada di awang-awang. Kalau kalian masih bingung, ada yang salah dengan perencanaan karir kalian.
Piramida Maslow

Sukses itu gak melulu mengenai keberhasilan atau keberuntungan kita sendiri. Ada kalanya seseorang menganggap dirinya sukses ketika dia berhasil membawa manfaat bagi orang lain. Keberhasilan ini merupakan tingkatan tertinggi kepuasan seseorang menurut Teori Piramida Maslow. Setiap orang mempunyai kebutuhan dan kebutuhan akan aktualisasi diri atau berguna bagi orang lain adalah kepuasan puncak yang luar biasa. Tentunya sukses seperti ini yang harus kita pegang dan usahakan untuk tercapai. Karena tadi, sukses tidak melulu mengenai capaian kepuasan atas ego kita sendiri. Sukses adalah keberhasilan. Keberhasilan untuk membuat orang lain bahagia.

Bagaimana Pendapat kalian mengenai sukses? Apa kalian sudah menentukan sukses seperti apa yang kalian kehendaki? Bagi ceritamu di kolom komentar, ya!
Cheers!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar